Pertama le 1er

Publié le par pasar

Il a gagné!!!!


Mon fils a gagné la coupe de tennis!!!
Anakku yang berada di antara keruman anak-anak bule rasanya ingin kupeluk ku taburi dengan jutaan kecupan tapi seperti yang selalu di pesankannya padaku, "mamah devant tout le monde jamais tu m'embrasser comme ça je me sens gêné!!!" yang ada aku hanya bisa mengacungkan jempol sambil mengedipkan mata simbol kebanggaan akan anak lakinya.

Juara pertama bukan untuk pertama kalinya, di kelas dia selalu jadi teratas. Setiap hasil ulangan selalu penuh dengan pujian dari guru. Dan kadopun membajirinya, kadang aku merasa terlalu memanjakannya, bentar-bentar kado gumanku tapi mungkin memang ukuran usianya timpalan yang cocok adalah kado.

Anakku yang cerdas begitu orang memujinya dan juga berpendidikan begitu pula orang menyanjungnya, selalu jadi contoh buat anak-anak temanku. Sering kali mereka menggerutu "kenapa sih anak ku tidak bisa seperti anak mu?" atau "kamu beruntung sekali sih punya anak seperti Adam, tenangnya hidup kamu.."
Memang aku akui sujud syukur selalu kupanjatkan padaNya, akan segala berkah termasuk anak yang pintar juga baik budi. Tapi sebenarnya aku pun juga seperti ibu lainnya, anakku tidak selalu amis budi (kata urang sunda) tidak selalu mau mengerjakan pekerjaan rumahnya, tidak selalu juga mau mendengarkan orang tuanya dan yang paling sulit makannya bikin satu rumah stress di buatnya, karena terlalu banyak tidak sukanya. Tapi bukan manusia bila segalanya sempurna, tuhan menciptakan umatnya dengan segala kekurangan agar belajar memperbaiki setiap detiknya dan perbaikannya pun memakan waktu dari mulai semenit hingga bertahun-tahun.

Anakku yang selalu kupanggil dengan sebutan Mamouth seperti gajah besar jaman purbakala, bertubuh  ramping tidak seperti sebutannya namun sengaja ku pilih mamouth karena dia selalu mengeluh tubuhnya yang ramping sengaja kata kurus aku hindari agar tidak terlalu membuatnya semakin tak nyaman.
Dia menyukai panggilan kesayanganku dan hanya aku yang memanggilnya seperti itu, hingga sering membuat orang tersenyum.

Semenjak kepercayaannya tumbuh dia pun menjadi semakin senang bermain dengan keahliannya, baik di sekolah maupun di olah raga. Piala pertamanya membuatnya semakin di lapisi rasa percaya diri. Dan aku ibunya akan selalu ada untuknya kapanpun dia membutuhkannya.



Publicité

Publié dans Buah Hati

Pour être informé des derniers articles, inscrivez vous :
Commenter cet article
A
félicitation adam!... kejuaraan apa ni, tepatnya?<br /> adam ganteng, pinter, n bageur. sapa dulu dong, mamahnya... ;;)
Répondre