Montpellier-ku

Publié le par pasar

Kota ini dimata indonesiaku

"Seperti apa sih Montpellier? ceritain dong!" pinta teman-teman. Tega memang  9 tahun sudah menetap di kota ini tapi belum pernah sekalipun menulisnya. Mungkin karena selalu merasa di tempat ini hanya singgah, karena toh pada akhirnya Indonesialah yang akan kuerami hingga ajal menjemput (inginnya). Memang seperti itulah awalnya, "kita tidak akan tinggal lebih dari empat tahun" ucap suamiku. Lalu setelah empat tahun berjalan.."rasanya memang sudah waktunya memikirkan membeli atap tinggal di kota ini". Dan kini 9 tahun sudah berjalan, bernapas dan menjalani hidup dari pagi hingga pagi lagi.

Lucunya tetap saja aku merasa Montpellier suatu saat akan kutinggalkan, bagaikan tenda yang akan ku gulung lalu kumasukan dalam kantung untuk kubawa-bawa dan suatu saat bila rindu berkamping lagi tenda montpellier ini akan kugelar dan ku bangun di atas tanah yang kupilih. Susah memang kalau sudah terlalu cinta dengan tanah air, konyolnya dulu waktu masih mendekam di sana rasanya biasa-biasa saja, malah suka sebal akibat polusi, kemacetan dan kemiskinan karena kesalahan pemerintah keasyikan pesta korupsi. Sekarang setelah kutinggal malah jadi terbayang dan ngangenin, apalagi kalau sudah memikirkan kenikmatan makanan yang tak mungkin sampai di bibir ini, rasanya air liur sudah satu ember menahan ngidam yang menggila.

Bref, kini Montpellier adalah tempat tinggalku bersama suami dan dua buah hatiku. Montpellier adalah tempat suamiku memberikan nafkah kepada keluarga kecilnya. Montpellier adalah tempatku membesarkan kedua pangeranku. Dan Montpellier adalah tempatku menemukan segudang hal yang memperkaya batin dan raga ini. Pada akhirnya memang harus ku tanam dalam jika Montpellier sudah saatnya menjadi tanah keduaku dalam hidup. Bahagiakah aku? selama ketiga pria yang kucintai membesarkan dan mengisi hati ini dengan kasih sayang selama itu pula aku bahagia dimanapun alasnya..."kurasa"

Dan inilah Montpellier di mata Dini tempat yang di lewati dalam rutinitas kesehariannya.






                                                                                 Place de la comédie



      Trois Grâce




                                                                                   Café sur la comédie







  Pojok kota


                                                                    Kota tua 




                                                                                                                            L'arc de Triomphe                                                                                                                                         Saint Pierre
     

                                                                          Antigone
 







     Peyrou


                                                                     Beli buku








                                                                                                 Stasiun kereta
                                                                                              


 Kantor walikota                                       



Publicité

Publié dans ocehan penulis

Pour être informé des derniers articles, inscrivez vous :
Commenter cet article