Kelahiran

Publié le par pasar

Bazile Ali kecilku lahir, minggu harinya telur dirayakan umat nasrani, telurku pecah pukul 12:21 23 03 08 3,2kg 52cm.
Tapi kamu umat Muhammad, kamu Raja Mulia semoga semulia hati kamu selamanya.
Kita sekarang berempat, mamah Indonesiamu, papa Prancismu dan A'a campuran seperti kamu.

Bazile kecilku jarang menangis, hanya meringis bila lapar.
Selamat datang di dunia rajaku, salam jumpa dari kami berempat.


Proses melahirkan anak kedua ku tidak ada hubungannya dengan yang pertama. Rasa sakit selama 18 jam untuk yang pertama tidak bisa di bandingkan dengan 3 jam TGV datangnya Bazile.
Januari 15 2000 ketika datang ke rumah sakit Boromeus, Bandung, pertanyaan yang keluar dari perawat "mau kamar bagaimana? kelas berapa...?" padahal badan sudah melipat dua seperti telur dadar!
VIP tentu yang kita ambil, suami pada saat itu masih berstatus ekspatriat, gaji franc biaya hidup rupiah, sementara aku masih berstatus jurnalis.
Satu jam menjadi tiga jam dan sepuluh jam, badan sudah kaku karena kesakitan. Rintihku pada saat itu, "biarlah aku mati dari pada harus menunggu beberapa jam lagi"
Orang bilang sakit melahirkan seperti datang bulan, seperti di tusuk-tusuk seperti ini itu, ternyata tidak seperti ini itu tapi tidak bisa di ceritakan.
Lucunya begitu anak lahir aku lupa pesat bagaimana nyerinya tadi, yang ada hanya keheranan dan aneh.
Bagaimana mungkin perutku yang kecil bisa menyimpan mahluk seberat 3,5 kg dan sepanjang 53 cm? untuk delapan bulan. Merinding jadinya bila ku bayangkan bayiku lahir tepat 9 bulan, apakah muat lubang vaginaku mengeluarkannya?
Semenjak itu aku mengerti bila ada ibu yang sanggup mempunyai anak hingga 10. Apapun rasa sakitnya ketika melahirkan, terserap habis begitu saja bagai uap.
.
Anak pertamaku Adam seperti manusia pertama di dunia






Lalu raja lahir, delapan bulan juga seperti kakaknya, namun beda negara kelahiran dan dia datang cepat sekali begitu indah begitu nyaman begitu manusiawi dan "hidup peridural!"
Kontraksi mematikan yang aku rasakan dulu sama sekali tidak menyentuh sampai ke ubun-ubun.
Aku melihat kepala bayiku sementara setengah badannya masih menyambung dengan tubuh ibunya. Aku raih, suamiku memutuskan tali penyambung ibu dan anak yang sudah terjalin berbulan-bulan. Tangis Bazileku reda begitu kudekap di atas buah dadahku, gambaran jijik akan darah menyelubungi bayi ketika tahu di Prancis ibu langsung mendekap bayinya ketika lahir, punah. 
Aku haru, aku bahagia aku takut dan aku jatuh cinta lagi.
Cintaku kini berlipat empat. 




catatan kecil hari ini Bazile kecilku 2 bulan 23 3 08


Publicité

Publié dans Buah Hati

Pour être informé des derniers articles, inscrivez vous :
Commenter cet article