Hello Kitty
Kecil besar
Di meja kerjaku patung kecil hello kitty selalu jadi sasaran mataku setiap kali aku menulis atau sekedar iseng cari informasi lewat internet.
Kucing jepang yang dulu jadi idola di masaku kecil, dari mulai jepitan rambut sampai kaus kaki apalagi tas sekolah wajib rasanya.
Tapi itu dulu waktu aku masih di SD, ketika sapu tangan hello kitty ku di curi oleh Zulfikar karena dia naksir berat dengan aku. Namun bapakku masih mengingat dengan tajam kegemaranku dengan si kucing putih itu.
Sepertinya di mata bapak aku masih anak kecilnya sementara aku sampai sekarang tetap melihat bapak seperti raksasa yang selalu siap memagari anaknya dari segala marabahaya.
Aku sendiri tidak menyangka kalau bapak masih saja ingat dengan kegemaranku mengoleksi hello kitty, hingga dua tahun lalu ketika dia ke Jepang oleh-oleh yang di bawanya adalah si boneka kucing. Tentu saja aku terkejut dan juga merasa lucu. Lalu tahun lalu ketika dia harus kembali bertugas ke negerinya sushimi oleh-oleh yang di kirimkannya ke kotaku lagi-lagi si kucing bodas dengan kimono merah emasnya. Aku jadi terharu, raksasaku masih saja ingin menimang kurcacinya.
Gambaran bapakku yang selalu besar di mata kecilku. Hello bapak, hari ini aku rindu berat dengan si pengirim hello kitty.