Mon Mari
8 Tahun sudah ikut dia 2000 2008
Kalau orang bilang waktu berjalan lambat sekali itu tandanya hidup penuh dengan kebosanan atau mungkin terisi kesamaan setiap harinya.
Tapi 8 tahun buatku rasanya seperti kejar-kejaran dengan waktu, baru bergerak sudah habis, baru sarapan sudah gelap lagi.
Kadang aku menggerutu kenapa satu hari itu terbuat menjadi 24 jam dan bukan 36 jam atau 42 jam?!!
Tapi bayangkan kalau sampai lebih dari 24 jam, anak-anak harus di sekolah lebih lama karena para ibu yang tidak bekerja jadi lebih ke asyikan cuci mata di pertokoan, gaji karyawan juga jadi lebih mahal belum lagi biaya makanan jadi meningkat karena akan ada istilah makan 4 atau bisa jadi 5 kali sehari!! Dan masih banyak hal lainnya yang jadi tidak praktis tapi tentunya lebih mahal. (ini menurut orang-orang yg tidak setuju sehari lebih dari 24 jam)
8 Tahun sudah aku ikut dia, rasanya seperti 3 tahun masih menempel dengan rekat bagaimana kami berdua menikah di depan penghulu, pesta yang tadinya ala kadar menjadi meriah dan haru.
(demi menghormati beberapa pihak soal pesta hanya di ungkit seminimal mungkin)
Suamiku yang bedarah prancis dan polandia seorang atheis yang kini bersujud di atas sajadah, ku kenal batang hidungnya tahun 1994. "Jodoh tak lari kemana" begitulah isitilah berbunyi berlaku untukku, jangankan berlari mencari, aku hanya diam di rumah dan dia datang lewat pintu belakang di jemput mercedes hitam orang tuaku.
Satu atap selama setahun, obrolan sebagai saudara karena status mengaruskan, menjadi kebutuhan. Bila tak bertemu mata barang sekejap menjadi kerinduan. Bila sudah saling membutuhkan rasanya sulit di hilangkan. Aral yang menerpal kami lewati dengan kekal, semoga Allah bersama kami, bila tidak jauhkanlah kami, bisikku selalu dalam doa.
041999 bersatulah kami dalam satu tali. Aku istri dia dan dia suamiku, begitu kata penghulu mengesyahkan. Tahun 2000 pilihan tersulit yang harus dipetik, ikut suami meninggalkan kampung halaman, keluarga tercinta (yang sempat hilang) dan ma passion sebagai jurnalis. Bismillah tegarku, semoga kekuatan selalu bersama cinta kami dan Allah.
8 tahun sudah aku ikut dia, bersama, berkumpul, membina, berbagi, bercinta. Berdua menjadi bertiga di awal 2000 dan berempat di musim semi 2008.
Mon mari, ça fait 8 ans que je te suis dans ton pays, un jour tu me suivras dans le mien ?