Mercredi 16 décembre 2009 3 16 /12 /Déc /2009 14:38
Jakarta.jpgKota Magic

Jakarta...duh lagu koes plus yang besenandung di telinga tak juga mau hilang dari benak.
"Ke Jakarta aku kan kembali  iiiii walaupun apa yang kan terjadi....."

Heran, kota berpolusi satu ini selalu saja bikin rindu. Padahal, kelebihannnya sulit dicari.
Malah banyak kekurangannya.

Polusi
Macet total
Mahal
Kaki lima
Semerawut

Ahhh masih banyak lagi. Tapi lahir di kota ini, besar di tempat ini, segala kekurangan sudah terbiasa dinikmati. Kejengkelan karena terlantung-lantung dalam jebakan macet menjadi alasan untuk kabur dari ibu kota ini. Tapiiiii saya selalu kembali ke dalamnya dan rela kembali terperangkat berjam-jam lamanya dalam semerewut lalu lintas, klakson yang memekak dan kaki yang cenut-cenut karena pegel.

Magic....kamu memang ajaib Jakarta! Kamu buat aku selalu rindu. Apa sebenarnya rahasiamu oh Jakarta?
Karena sedotan listrikmu sanggup membuat jutaan manusia masuk dalam dirimu, padahal oh Jakarta, kamu selalu bikin jengkel pendudukmu.

Terakhir ku pulang, kau membuatku makin terpana. Pusat perbelanjaan yang semakin canggih dan megah. Mewah sekali. Di negara tempat kuhidup saat ini saja..tak ada yang seperti itu. Padahal, tahukah kamu Jakarta? negara tempatku tinggal berisikan penduduk dengan tingkat sosialnya baik. Tak seperti di dirimu Jakarta, masih banyak gelandangan di emper jalan...Tapi gedung-gedungmu semakin menjulang, bahkan melihatnya saja aku tak sanggup saking tingginya dan perkasa.

Tetap saja, anehnya aku rindu kamu. Sesuatu yang selalu kau tawarkan padaku yang tidak kudapat di sinikah?
Kamu membuatku gila...karena perubahanmu yang semakin menusuk hati. Tapi aku memang tergila-gila denganmu Jakarta. Mungkin karena itukah kita saling membutuhkan...?

"Di sana rumahku dalam kabut biru hatiku sedih di hari minggu"
"Ke jakarta aku kan kembali iii walaupun apa yang kan terjadi......"






Par pasar - Publié dans : ocehan penulis
Ecrire un commentaire - Voir les 0 commentaires
Mercredi 15 avril 2009 3 15 /04 /Avr /2009 11:01

Maroc membuat haru



Hanya Indonesia hingga kini yang membuatku menangis setiap kali kutinggalkan. Siapa yang sangka negara yang dengan singkat kukunjungi ini berhak kutitikan air mata. Sedih karena meninggalkan keramahan bangsanya. Keluarga baru yang kutemui secara mendadak dengan janji kan kembali tahun depan demi kesopanan padahal tahu entah kapan akan bertemu lagi.

Maroko oh Maroko begitu nikmat kamu membenamkan kenangan dalam di hatiku.

10 tahun kami mengikat janji yang di resmikan di atas selembar kertas secara agama, mengikuti ajaranNya,  hanya berdua dan seorang penghulu dan seorang saksi dan seorang guru ngaji. Kamu kasihku ketika sampai di tujuan bulan madu kita rambutmu memutih banyak sekali. Membuatku cemas. Ketika ku tanya jawabmu: "takut tak bisa memberikan yang terbaik untuk pendampingmu". Bukankah harusnya aku yang berkata seperti itu. Karena pikiran masih sering berkelana nakal, karena permintaan selalu beruntun.

Pertemuan kembali dua hati dengan di isi dua hati lainnya. Sekarang kita berangan saja untuk bisa nanti merayakan kembali bulan madu kita biar tangan tetap tergenggam agar jiwa terasa segar merangkai rencana ke depan.

Merci Maroc


                                       FEZ - MEKNES - MOULAY IDRISS - VOULUBILIS







                                                                                                           














































                                                                                               
                        







                                                                                                   





 



















 








































                                                                                                 
                                         




 
































                                               
                                    
















































Sukran.......





Par pasar - Publié dans : Tentang kita - Communauté : Mix couple
Ecrire un commentaire - Voir les 0 commentaires
Vendredi 27 février 2009 5 27 /02 /Fév /2009 22:07
 


Will you marry me? I don't think so my love....

Heran memang manusia suka ada-ada saja, kata nikah  khususnya bagi para pria prancis sering membuat bulu kudu mereka merinding. Tapi kumpul bersama setelah satu atau dua tahun tanpa ikatan juga tidak merasa nyaman, apalagi kalau sudah ada anak. Jadi jalan tengahnya ya pacs. Apa artinya pacs? yaitu ikatan antara dua orang yang di sah kan oleh pengadilan setempat, bedanya pacs bisa juga dilakukan oleh sejenis. Hal ini yang biasanya di pakai oleh kaum homoseksual.


Antara nikah dengan pacs tentu saja ada beda lainnya selain soal sakral, seperti soal adopsi anak, memakai nama keluarga suami dan harta warisan, pasangan dari orang yang dipacs ini, tidak berhak melakukan atau mendapatnya. Lalu buat apa dong melakukan pacs? secara moral sebagai pengakuan terhadap lingkungan sosial bahwa mereka tidak hanya kumpul kebo tapi adanya ikatan resmi. Secara materi? pacs ini juga sering di pakai sebagai alasan utama dalam pajak pendapatan, karena pajak seseorang yang hidup sendiri bisa jadi lebih ringan bila hidup berdua, lalu juga untuk melindungi orang yang kita pacs secara materi, misalnya dia tidak bisa di usir dari kediaman bersama dan juga fasilitas kesehatan.


Lalu mengapa tidak menikah saja? pertanyaan itu sering saya ajukan kepada teman atau keluarga suami yang tidak menikah tapi melakukan pacs. Jawabnya sangat berbeda antara pria dengan wanita, yang lelaki selalu menjawab dengan: “kenapa mesti menikah? rumit ah..! lagian kalau sudah menikah biasanya hubungan asmara jadi berubah, lagian kenapa bukti cinta selalu di atas namakan pernikahan…belum kalau nanti tidak cocok dan bercerai..wah urusannya panjang dan mahalnya itu..!”


“Mahal gimana tanya saya?” “ya mahal karena nanti kalau bercerai si suami harus membayar tunjangan hidup anak dan istri bila si istri tidak bekerja, belum lagi soal harta..pokoknya repot, mending begini ada ikatan tapi nggak jelimet..kalau mau pisah ya tinggal pisah tanpa adanya kewajiban berat”. Walah-walah kata saya dalam hati, gimana mau nikah, belum juga nikah yang ada malah mikirin soal cerai berai dan ongkos ini itu, ya terang saja kalau urusannya ke sana sih kapan mau nikahnya.


Tapi kaum hawa beda lagi, “siapa sih yang tidak ingin menikah? pakai gaun pengantin, status sebagai istri sah..ikatan cinta yang berharga pokoknya”. Dari semua wanita yang saya tanya hanya satu orang yang bilang “tidak berati karena sekarang kami sudah memiliki anak maka kami harus menikah!” ternyata ujung-ujungnya setelah saya tanya kepada ibunya, pacarnya sepupu saya itu sudah bilang dari awal bahwa kata nikah tidak akan mampir dalam kamus hidupnya..ohhhhh ternyata.


Adik ipar saya lain lagi, setelah di tinggal pergi oleh pacarnya, kini memutuskan bila nanti bertemu lagi dengan pria dirinya akan langsung menyatakan bila kumpul kebo tanpa tujuan atau pacs sama sekali tidak menarik bagi hidupnya, karena adik ipar saya ini pernah melakukan pacs dengan teman hidupnya tapi si pacar pergi dengan wanita lain dan dengan mudahnya memutuskan tali pacs mereka. Jadi buat dia bila cinta ya menikah dan membangun keluarga.


Dulu saya pikir wanita di Prancis memang merekanya yang suka dengan kebebasan dan enggan dengan tali pernikahan. Namun setelah lama tinggal di negara ini baru saya mengetahui bila mereka juga sama seperti wanita lainnya, ingin di lamar untuk di nikahi. Hanya saja karena si pria yang emoh menikah karena repotnya tadi maka banyak kaum hawa yang akhirnya menerima nasib, bahwa memang sudah begitu adanya dan pernikahan bukan di atas segala-galanya.


Bagaimana dengan orang tua? sama saja, mereka juga ternyata lebih merasa nyaman bila anak mereka khususnya perempuan menikah. Sepupu saya yang sudah memiliki dua anak akhirnya memutuskan juga menikah, ketika saya goda kenapa baru sekarang? jawabnya..”pengennya sih ya dari dulu menikah, tapi baru di lamar sekarang..ya namanya juga perempuan kalau tidak di lamar ya mau gimana?” Kaget benar saya mendengar jawabannya, karena di Indonesia,  ketika dua lawan jenis yang sudah cukup umur  memadu kasih yang menjadi tembakan pertama adalah, pernikahan! Entah si pria ataupun wanita yang memulai, kadang malah orang tua wanita yang langsung serang. Di Prancis malah main tunggu-tungguan? kok malah kebalik guman saya?


Kesimpulan saya, pria prancis ternyata bila memutuskan menikah tandanya mereka benar-benar cinta dan siap dengan tanggung jawab dan perubahan besar, kedua untung saya orang indonesia, jadi tidak istilah kumpul bersama dulu baru menikah tapi dulu main sistim tembak, cinta ya nikah….Alhamdulillah si bule langsung ngangguk.

Par pasar - Publié dans : Kompasiana - Communauté : Mix couple
Ecrire un commentaire - Voir les 1 commentaires
Mercredi 11 février 2009 3 11 /02 /Fév /2009 10:55


Ooh Mesjid biru...


Cinta tahun ini sepuluh tahun kita menikah....
Bukannya baru tahun lalu kita ke Istanbul untuk ulang tahun pernikahan ke 8 (berhubung angka ini penting)
Memang waktu kok berlari kencang sekali..
Pesona kota itu masih  di pelupuk mata apalagi kelezatan baklava rasanya masih menempel manis di bibir
Bukan cinta ke Istanbul itu dua tahun yang lalu....
Cepat terlalu cepat dunia berputar..
Dunia berputar sih wajar seperti biasa...hanya kita saja yang merasa tidak berhenti berlomba dengan waktu.
Stop....kalau saja bisa...stop sebentar saja...masih ingin tenggelam dalam kenangan di Istanbul.....














































































































                                                






















 
















                                 




























































































































































































































Dan...10 tahun ini insyaAllah kita berbulan madu di Fès Maroko..
Benar ya Cinta?
InsyaAllah....


catatan: foto koleksi pribadi
Par pasar - Publié dans : Tentang kita - Communauté : Mix couple
Ecrire un commentaire - Voir les 0 commentaires
Mardi 10 février 2009 2 10 /02 /Fév /2009 09:12

Kota ini dimata indonesiaku

"Seperti apa sih Montpellier? ceritain dong!" pinta teman-teman. Tega memang  9 tahun sudah menetap di kota ini tapi belum pernah sekalipun menulisnya. Mungkin karena selalu merasa di tempat ini hanya singgah, karena toh pada akhirnya Indonesialah yang akan kuerami hingga ajal menjemput (inginnya). Memang seperti itulah awalnya, "kita tidak akan tinggal lebih dari empat tahun" ucap suamiku. Lalu setelah empat tahun berjalan.."rasanya memang sudah waktunya memikirkan membeli atap tinggal di kota ini". Dan kini 9 tahun sudah berjalan, bernapas dan menjalani hidup dari pagi hingga pagi lagi.

Lucunya tetap saja aku merasa Montpellier suatu saat akan kutinggalkan, bagaikan tenda yang akan ku gulung lalu kumasukan dalam kantung untuk kubawa-bawa dan suatu saat bila rindu berkamping lagi tenda montpellier ini akan kugelar dan ku bangun di atas tanah yang kupilih. Susah memang kalau sudah terlalu cinta dengan tanah air, konyolnya dulu waktu masih mendekam di sana rasanya biasa-biasa saja, malah suka sebal akibat polusi, kemacetan dan kemiskinan karena kesalahan pemerintah keasyikan pesta korupsi. Sekarang setelah kutinggal malah jadi terbayang dan ngangenin, apalagi kalau sudah memikirkan kenikmatan makanan yang tak mungkin sampai di bibir ini, rasanya air liur sudah satu ember menahan ngidam yang menggila.

Bref, kini Montpellier adalah tempat tinggalku bersama suami dan dua buah hatiku. Montpellier adalah tempat suamiku memberikan nafkah kepada keluarga kecilnya. Montpellier adalah tempatku membesarkan kedua pangeranku. Dan Montpellier adalah tempatku menemukan segudang hal yang memperkaya batin dan raga ini. Pada akhirnya memang harus ku tanam dalam jika Montpellier sudah saatnya menjadi tanah keduaku dalam hidup. Bahagiakah aku? selama ketiga pria yang kucintai membesarkan dan mengisi hati ini dengan kasih sayang selama itu pula aku bahagia dimanapun alasnya..."kurasa"

Dan inilah Montpellier di mata Dini tempat yang di lewati dalam rutinitas kesehariannya.






                                                                                 Place de la comédie



      Trois Grâce




                                                                                   Café sur la comédie







  Pojok kota


                                                                    Kota tua 




                                                                                                                            L'arc de Triomphe                                                                                                                                         Saint Pierre
     

                                                                          Antigone
 







     Peyrou


                                                                     Beli buku








                                                                                                 Stasiun kereta
                                                                                              


 Kantor walikota                                       



Par pasar - Publié dans : ocehan penulis - Communauté : Mix couple
Ecrire un commentaire - Voir les 0 commentaires
Samedi 7 février 2009 6 07 /02 /Fév /2009 14:15

Tem tem


Hari kita di isi selalu dengan keramaian diskusi dan debat maka meriahlah suasana
Pagi hari ramuan ajaib kamu siapkan untukku, jahe citrun dan madu, seperti kamu memanggilku 'maduku'
Aku mematung di teras menunggu diri kamu lewat untuk melambaikan tangan padahal udara membeku
Aku kucingnya dan kamu anjingnya begitu olok ku karena keributan selalu jadi pengisi acara kita
Terpingkal berdua oleh kata sandi miring yang kita lontarkan di antara jamuan besar dan hanya kita yang tahu
Entah berapa kali ku ucapkan adieu padamu tapi kaki tertanam erat di tubuhmu dan hatiku terjahit di jantungmu
Je t'aime mon mari
Berapa banyak? kamu sajalah yang mengukur.......

Par pasar - Publié dans : Tentang kita - Communauté : Mix couple
Ecrire un commentaire - Voir les 0 commentaires
Vendredi 6 février 2009 5 06 /02 /Fév /2009 11:19

Fesbuk - an - ah

Ya ya..nanti kan bisa kita taruh di fb
Fb? itu mainan yang bisa di lempar-lempar ya? yang seperti piringan terbang?
Ha ha ha...kasian amat fb aja tidak tahu..facebook!
Apa lagi itu?
Fesbuk itu.....dan bla bla bla...

Beberapa waktu kemudian...

Iseng sekali sih orang yang ikutan fb! seperti tidak ada pekerjaan
Itu sih untuk anak muda, aku ini sudah bukan jamannya lagi yang seperti itu!

Selang beberapa bulan....

Antv sekarang ada facebook..
Oya, kalau demi antv ok saja tidak ada masalah
Baiklan saya ikut mendaftar


Dua bulan kemudian.....

Fesbuk bikin gila...kamu kena juga ternyata
Ya memang dunia aneh...
mungkin saya juga harus ikutan arus hidup masa kini biar kamu tak bilang saya gila
(padahal jangan-jangan selama ini memang saya yang waras)

Dunia oh dunia..
Kamu memang ajaib
Dulu lihat diri di selembar kertas foto saja sudah bikin aku terkagum-kagum
Ketika aku muncul di tv yang ada malah malu
Lalu sekarang manusia terpajang seperti di lembaran majalah
Dulu mungkin hal ini edan
Sekarang wajar justru tak wajar bila tak bisa mengikutinya

Lalu ketika manusia-manusia di Saguling Ciamis kampung kelahiranku berkata
Waaaa eleuh eleuh hanya karena kutunjukan hasil foto langsung di kameranya
Bagaimana bila mereka tahu, berkomunikasi cukup di layar tipis
Bahkan lewat telpon yang tergenggampun wajah bisa saling bertemu

Dunia oh dunia
Manusia berpijak dan menginjak dengan keajaiban dan ke mutakhiran
Dunia kamu benar-benar ada di kaki manusia


Par pasar - Publié dans : ocehan penulis
Ecrire un commentaire - Voir les 0 commentaires
Jeudi 5 février 2009 4 05 /02 /Fév /2009 13:58
Ketika manusia di hadapkan pilihan


Merinding membaca berita peristiwa yang terjadi belakangan ini di tanah air. Penahanan anak kecil yang berlebihan, kematian ketua DPR Sumut dan masih banyak lainnya. Ada apa dengan bangsa saya? kemana semua hiasan manis yang terukir dalam bibir simbol keramahan bangsa indonesia? masih adakah kata sabar dan tawakal sesuai dengan pedoman bahwa negara berpijak kepada agama? Moral sebagai sesosok manusia sudah lepaskah dari jiwa?


Panas memang bila membaca ketidak adilan yang semakin laju di Indonesia, bila sudah begini mungkin kata sabar sukar sekali merambah dalam hati manusia. Semua meneriakan ketidak adilan, mengepal tangan tanda kegeraman, menyumpah serapah agar para manusia terkutuk yang sedang berdiri tegak meraup kekayaan haram segera tumbang dan hancur. Seram!…seram sekali melihatnya….duka pula melihat bangsa ini semakin jatuh dan rendah moralnya, untung hati ini masih bisa bernapas lega bila bertemu dan berbincang dengan para manusia yang masih lemah lembut dalam bertutur, masih menghelakan kesabaran dalam kehidupan dan masih melekat erat moral baik dalam pikiran dan hati.


Tak jauh-jauh saya ambil contoh sosok yang selalu saya kagumi, bapak saya. Dirinya ketika di tawarkan sebuah jabatan hanya melewatinya dengan senyum kemenangan, tentu saja kami tak mengerti. Beberapa waktu kemudian barulah terlihat orang yang akhirnya menerima jabatan itu telah berganti kemewahan secara kilat, Alhamdulillah bapakku tak ingin pendamping dan keturunannya menelan makanan haram. “Kemewahan dunia datang melalui tuhan bila manusia membuka tangannya lebar-lebar terhadap kebajikan katanya” satu kata yang terukir rapi dalam ingatan saya setiap kali bernapas.


Lalu ayah bapak saya di ambil nyawanya secara tragis, ditangannya kakek saya berpulang setelah dengan sekuat tenaga bapak saya mencoba menyelamatkannya. Keadilan tentu saja yang terlintas pesat, orang yang membunuhnya harus di penjara dan di adili. Namun yang terjadi sebaliknya, bapak melepaskan si pencabut nyawa ayahnya karena iba dengan kondisi keluarga si supir, “biarlah Allah saja yang mengadili kelak” sahutnya mantap.


Tapi yang membuat mata saya selalu tergenang bila orang menyebut nama bapak saya, ketika anak lelaki satu-satunya, turunan yang di nantikannya begitu lama, menghadap sang Khalik sekali lagi bapak melepaskan si algojo karena umur supir itu sama dengan putranya dan memiliki anak seumuran cucunya, iba bapak lebih kuat dari pada rasa geramnya, ketulusan hatinya melunakan murkanya, padahal dirinya begitu luka dan tak akan mampu terobati. Sosok dirinya sebagai seorang umat agama dan bangsa yang membuat saya selalu terharu bila orang membicarakan dirinya.


Bapak sosok yang tegas, ketika akan memegang jabatan banyak sekali yang ingin menerpa kegagalannya dengan kasar, sekali lagi dirinya berjalan tegak, bapak selalu bilang “biar saja mereka cuma manusia, saya ini minta perlindungannya langsung sama Gusti Allah bukan sama manusia lagi”. Dan ketika jabatan di genggam banyak sekali yang ingin menumbangkannya karena kesal bapak terlalu jujur, hingga permainan belakang menjadi macet. Ketika jabatannya usai, orang yang bapak pilih sebagai penggantinya memperlakukan dengan seenaknya, bapak hanya tersenyum, padahal saya tahu benar bapak sedih tapi begitulah dirinya, selama hanya manusia kesabarannya luar biasa, yang dia takutkan adalah di benci Sang Khalik.


Saya yakin orang seperti bapak masih banyak sekali, hanya memang belakangan ini yang sering  tertulis lebih kearah manusia tak bermoral. Entah karena porsi manusia bejat lebih banyak dari pada manusia berakhlak, atau memang begitu jatuhnya moral bangsa kita hingga bila ingin menulis kebaikan yang terjadi hampir tak nyata lagi?


Sudah saatnya mungkin juga kita mulai kembali menuliskan kejadian baik, walaupun hanya sepele sifatnya. Biar bangsa ini juga mulai terbiasa kembali dengan kata-kata indah, bernapas lega karena masih memiliki banyak sosok manusia yang mengerti moral sebagai umat manusia beragama dan berbangsa. Kejadian sinis ada pula perlunya  di seimbangkan dengan kemanisan peristiwa. Agar saya juga bisa membacakan berita ke pada anak saya dengan hangat bukan rasa cekam.

Par pasar - Publié dans : Kompasiana
Ecrire un commentaire - Voir les 0 commentaires
Dimanche 18 janvier 2009 7 18 /01 /Jan /2009 16:00
Makanan elit

DASAR mental tempe kamu..!
ingat benar dulu waktu masih sekolah sering teman-temanku saling meledek dengan kata itu. Entah dari mana mulainya tapi makanan dari kacang kedelai ini sering di jadikan bahan olokan. Orang jawa selalu dikaitkan dengan tempe misalnya, karena belum lengkap makan bila tak ada tempe dan temannya tahu. Aku sendiri waktu kecil tak terlalu nyandu dengan makanan rakyat ini tapi bila yang disuguhkan tempe mendoan wah paling seru makannya.



Tapi siapa yang sangka di kotaku Montpellier Prancis, tempe adalah makanan mahal. Padahal dulu waktu kecil kadang suka sebal kalau yang di sajikan tempe melulu, malah terkadang aku suka menyindir pembantuku dengan judesnya ku gerutui bibiku itu “kenapa sih tempe melulu….biar bibi yang makan ya ?” 

Sekarang makan tempe harus pakai niat, yang berarti niat pergi ke toko bio karena hanya mereka yang menjual produk ini, lalu niat juga mengeluarkan uang lebih. Harga tempe di Indonesia yang relatif murah bikin aku jadi tercengang membandingkan dengan harga euros. Bayangkan saja tempe di Indonesia sudah rasanya gurih, murah, belinyapun mudah. Di sini bentuknya saja seperti sosis  panjangnya hanya 13cm dan harganya 4 euros, bila dibagi hanya menjadi 8 potong bulatan kecil, soal rasa? kalah jauh pastinya.


Tapi bukan cuma mahal dan susahnya mencari tempe yang bikin perasaanku terganggu, tempe yang asal muasalnya setahuku produk asli Indonesia, dalam kemasan yang kubeli di sini terang-terangan tertera hal cipta negara Belgia. Karena penasaran, ku tanya pada pelayan toko, bila benar tempe yang mereka terima adalah hak paten negara tersebut? jawabnya “memang benar madame tempe yang kami jual adalah produk dari Belgia dan belanda“. Lalu aku berbincang sedikit dengan si pelayan sambil menerangkan bahwa asal tempe itu seratus persen Indonesia tepatnya daerah jawa. Ku katakan di tempatku itu makan tempe seperti makan roti di sini, mudah di dapat dan rasanya lebih enak, lalu jawabnya “kalau memang dari negara anda mengapa tidak ada satupun tempe yang di kirim ke eropa berasal dari Indonesia? dan mengapa tidak di hak patenkan saja? Aku hanya bisa menghelakan nafas menyesali kebodohan ini.


Tempe yang mana di sini kami menyebutnya tempeh di jual di toko bio yang berarti biologi, produk yang tidak mengandung bahan kimia dari mulai proses penanaman kacang kedelai hingga menjadi tempe. Di Prancis tempe direkomendasikan sebagai makanan sehat dan bergizi serta tidak mengemukan. Surat kabar serta majalahpun mulai menuliskan sebagai makanan bio yang sedang naik daun. Kalau di pikir berarti bangsa Indonesia sudah banyak majunya soal makanan,  bayangkan mencipkan makanan enak dan murah tapi bergizi. Sayangnya otak manusianya yang kurang tanggap, mungkin karena dianggap produk sederhana dan biasa saja atau mungkin juga karena sudah menjadi bagian sehari-hari hingga tidak terpikirkan untuk mematenkannya. Entahlah kalau mulai memikirkan salah siapa yang pasti tidak akan ada habis-habisnya lagi pula sekarang sudah telat sudah ada negara lain yang lebih pintar menyerobot produk seratus persen Indonesia ini menjadi haknya.


Semenjak ku ketahui persoalan hak paten tempe ini, bila menjamu tamu prancis, selalu hidangan tumis tempe kusajikan di dalamnya. Sejauh ini mereka sangat menyukai rasa tempe manis yang sering kuolah bersama dengan buncis atau tahu, dan setiap kali mereka menanyakan apa tempe itu dengan semangat kujelaskan, makanan ini adalah asli dari tanah airku dan orang indonesialah yang menemukan tempe pertama kali, sayang saja mereka terkadang ya itu berjiwa tempe….

Par pasar - Publié dans : Kompasiana - Communauté : Mix couple
Ecrire un commentaire - Voir les 0 commentaires
Lundi 5 janvier 2009 1 05 /01 /Jan /2009 15:44

09

Adieu 08

Lembaran tahun yang penuh dengan isi kaya dengan peristiwa. Tahun 08 yang memberi banyak kenangan manis dan kejutan indah. Pertemuan dengan orang yang telah lama hilang, kedatangan buah hati, lebaran bersama keluarga, rezeki memiliki tempat berteduh di tanah air dan kembalinya energi untuk menulis secara rutin......

Tahun 09 adalah tahunnya shioku....semua majalah dalam ramalan bintang bernyanyi senada...
Akan ada pertemuan mengesankan..akan datang kebahagiaan..akan memperoleh kesuksesan...
Benarkah???
Amin...semoga kebahagian selalu mengiringi langkah kehidupan ini
Amin...semoga rezeki datang dariNya secara baik dan halal
Amin...semoga sukses dalam arti islami
Amin...semoga kesedihan  di barengi ketabahan
Amin dan amin...dan Allah jagalah hambamu selalu karena dia selalu khilaf...(memang sudah sifatnya..!!)


                                                                  Bayangan diri

Par pasar - Publié dans : ocehan penulis
Ecrire un commentaire - Voir les 0 commentaires

Présentation

Créer un Blog

Recherche

Calendrier

Février 2012
L M M J V S D
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29        
<< < > >>
 
Créer un blog gratuit sur over-blog.com - Contact - C.G.U. - Rémunération en droits d'auteur - Signaler un abus - Articles les plus commentés